Kesenangan bertaraf dalam jumlah banyak mengalahkan kesenangan bertaraf besar berjumlah sedikit.

Nelson [1] meminta para partisipan untuk dipijat selama tiga menit. Grup pertama dipijat secara non stop, grup kedua diberi break selama 20 detik di antara tiga menit itu. Manakah yang lebih nikmat?

Jika Anda menduga yang nonstop dipijat lebih nikmat, salah. Dipijat dengan jeda membuat pengalaman dipijat lebih menyenangkan karena jeda itu MENCEGAH MUNCULNYA PERASAAN “TERBIASA” dengan pijatan itu.

HEDONIC ADAPTATION adalah proses adaptasi terhadap kesenangan, di mana kita jadi terbiasa dengan kesenangan itu hingga perasaan nikmatnya berkurang dan terus berkurang.

MELAKUKAN BANYAK KESENANGAN KECIL, dengan kadar kenikmatan yang berbeda-beda, secara keseluruhan akan memberikan pengalaman yang lebih menyenangkan.

– Beli tiket sepak bola di seat termahal apakah akan melipatgandakan kesenangan? Sepadan? Mending beli tiket yang murah tapi bisa nonton lebih sering.

– Punya uang untuk beli (dan waktu utk baca) komik seluruh seri? Lebih menyenangkan baca komik sedikit demi sedikit. Sama juga ketika menikmati film serial. Nonton secara dicicil akan jauh lebih menyenangkan secara keseluruhan daripada menonton seluruh episode di satu waktu.

Berarti jangan juga habiskan coklat toblerone Anda di satu waktu, juga mending ambil beberapa liburan singkat alih-alih satu liburan panjang. Dijamin terasa lebih menyenangkan.

[1] Nelson, L.D. and Meyvis, T. (2008). Interrupted Consumption: Adaptation and the Disruption of Hedonic Experience. Journal of Marketing Research, 45, 654-664.