Kita tentu sudah menyadari bahwa memiliki sifat yang menyenangkan itu sangatlah penting. Tujuannya tentu agar diri ini jadi pribadi yang disukai. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Philip Noll dari Universitas Toronto menunjukkan bahwa orang yang disuka memiliki kemungkinan 50% lebih kecil untuk bercerai. Studi lain menunjukkan bahwa sifat disuka ini malah bisa meningkatkan peluang hidup seseorang, mengingat dokter biasanya cenderung mendorong mereka yang punya sifat disuka untuk tetap menjalin hubungan dan mendorong mereka agar secara rutin lakukan checkup.

Lantas bagaimana caranya agar diri kita bisa jadi pribadi yang disuka? Untuk yang satu ini, Dale Carnegie berusaha meyakinkan kita bahwa cara terampuh untuk meningkatkan popularitas adalah dengan secara tulus menunjukkan ketertarikan pada orang lain. Carnegie katakan bahwa mereka yang secara tulus bangun ketertarikan pada orang lain selama dua bulan saja akan mendapatkan lebih banyak teman ketimbang mereka yang menghabiskan dua tahun untuk membuat (memaksa) orang lain tertarik pada dirinya.

Cara lainnya? Ada yang memberi anjuran untuk memberikan pujian yang tulus, menyamakan bahasa tubuh, gaya bicara, dan menampakkan diri sebagai pribadi yang rendah hati. Itu semua tampaknya berhasil; namun ada satu cara yang barangkali kita belum menyadarinya.

Untuk menjadikan seseorang menyukai Anda, buatlah dia membantu Anda.

Prinsip yang unik ini dipopulerkan salah satunya oleh Benjamin Franklin, seorang politisi dari Amerika. Tatkala berusaha meraih persetujuan dan dukungan dari salah seorang dari badan legislatif, dia tidak lantas merendahkan dirinya apalagi menyembah-nyembah. Apa yang dilakukannya sederhana; begitu dia tahu bahwa sang orang dari legislatif ini memiliki koleksi buku yang unik dan langka di perpustakaan pribadinya, maka Franklin pun meminta ijin untuk meminjamnya selama beberapa hari. Dikabulkan. Dan saat pertemuan berikutnya, sang anggota legislatif ini mulai mengajak Franklin bicara -yang mana belum pernah dilakukan sebelumnya, dan juga berbicara dengan nada yang sangat bersahabat. Franklin menyebut resep suksesnya itu dalam perkataan,”Dia yang pernah berbuat baik padamu akan lebih siap untuk berikan kebaikan lagi padamu ketimbang siapapun yang Anda sebetulnya haruskan untuk membantu Anda.”

Fenomena ini kemudian dikonfirmasi oleh peneliti bernama Jon Jecker dan David Landy pada tahun 1960, dan kemudian juga oleh Jecker dan Landy pada 1969. Mereka melakukan penelitian yang menghasilkan temuan yang sama; bahwa mereka yang telah membantu orang lain secara pribadi –bukan karena disuruh oleh lembaga atau semacamnya- maka akan cenderung menyukai mereka yang ditolongnya itu. Efek ini kemudian disebut sebagai Franklin Effect: untuk membuat orang lain menyukai Anda, mintalah bantuan pada mereka.

Mengapa sampai terjadi demikian? Penjelasan sederhananya adalah karena begitu kita memperkenankan diri ini untuk membantu orang lain, maka otak dan psikologis kita akan berusaha membuat pembenaran bahwa apa yang membuat kita menolong adalah karena kita menyukainya. Menarik bukan?

Franklin Effect: Agar Disukai, Mintalah Bantuan

Meskipun demikian, efek semacam ini punya keterbatasan yang perlu diperhatikan; yakni bahwa ini hanya berlaku untuk permintaan bantuan yang sifatnya kecil dan bukannya permintaan yang bisa membuat seseorang tampak enggan, tak rela, apalagi sampai menolaknya. Artinya jangan lantas dengan sembarangan meminta bantuan kepada orang lain dengan maksud agar diri jadi lebih disuka. Permintaan bantuan ini harus didasarkan juga pada pengenalan kita pada sasaran kita. Dalam kasus Franklin, si pejabat legislatif yang meminjamkan bukunya pada Franklin bagaimanapun memiliki perasaan sebagai orang penting dan suka manakala apa yang dia anggap penting –buku langkanya- itu dihargai oleh orang lain. Sehingga boleh dibilang aktivitas meminjam buku ini sebagai suatu bentuk ungkapan memuji.

Lantas apa yang bisa kita lakukan?

Anda bisa mendayagunakan efek ini dengan meminta orang lain melakukan hal yang kecil untuk diri Anda. Mintalah sesuatu yang itu merupakan kebanggaan bagi sasaran Anda, atau apapun yang membuat dia tampak hebat, keren atau semacamnya tatkala dia melakukan apa yang Anda minta. Dan jika Anda meminjam sesuatu seperti Franklin, jangan lantas segera dikembalikan.

Anda juga bisa bersikap waspada akan efek ini, yakni manakala orang lain meminta bantuan kecil kepada Anda, perhatikan bagaimana perubahaan perasaan baik Anda pada dirinya.