Pada tulisan sebelumnya, kita telah membahas tentang bagaimana cara menghadapi bos/atasan yang kurang baik. Saat ini, kita akan membahas tentang beberapa jenis karakter bos/atasan yang mungkin akan kita temui di kantor.

Yang pertama adalah bos/atasan yang emosional. Dia mudah sekali marah. Kalau dia marah, kemarahannya meledak-ledak dengan nada suara tinggi. Namun dia seringkali menyesali kemarahannya walaupun penyesalan itu tidak ditunjukkan. Menghadapi bos yang seperti ini, lebih baik Anda biarkan saja dulu dia menumpahkan semua kemarahannya hingga emosinya reda. Setelah itu, minta ijinlah untuk ke toilet. Cucilah muka dan tenangkan diri Anda. Setelah itu kembalilah temui bos Anda. Kemungkinan besar kondisi bos Anda sudah jauh lebih tenang. Lalu katakan : Saya berpikir, apa ada sisi lain dari permasalahan ini yang kurang saya pahami? Bisakah Bapak/Ibu menjelaskannya pada saya? Dengarkan penjelasannya dengan teliti, jangan terburu memotong penjelasan bos Anda.Ini akan meredakan kemarahan bos Anda dan mendorong tercapainya sebuah solusi dari masalah.  Memang lebih baik bersabar. Namun jika emosi bos Anda tetap saja makin parah tak terkendali, maka lebih baik Anda mengajukan surat pengunduran diri dan mencari pekerjaan lain.

Yang kedua adalah bos/atasan yang terlalu mengatur hingga sedetail-detailnya. Menghadapi bos seperti ini adalah dengan rajin memberi kabar tentang perkembangan dari tugas atau proyek yang Anda kerjakan. Dengan cara ini dia akan melihat bahwa Anda adalah orang yang dapat dipercaya, sehingga perlahan dia akan lebih percaya dan tidak terlalu mengatur-atur Anda lagi.

Yang ketiga adalah bos yang malas atau tidak kompeten. Dia jarang memberi arahan dan memantau perkembangan dari tugas/proyek yang Anda kerjakan. Dia juga jarang melatih Anda. Anda jangan keburu senang dulu. Menghadapi bos seperti ini, Anda harus tetap bekerja keras memberikan yang terbaik. Buatlah target dan bekerjalah sesuai target. Terus tingkatan dan perbarui kemampuan serta keahlian Anda. Jika memungkinkan, berusalah untuk pindah pada departemen/bagian lain dalam perusahaan yang memiliki bos dan anak buah yang lebih rajin. Jika tidak memungkinkan, segera ajukan surat pengunduran diri. Carilah kerja pada perusahaan lain yang menawarkan jenjang karir dan gaji yang lebih menarik serta lebih menghargai talenta dan kemampuan Anda.

Demikian tulisan kali ini. Berikutnya, kita akan membahas tentang bagaimana cara mengatasi beban kerja yang terlalu berat. Semoga bermanfaat.