Selamat, Anda telah diterima sebagai karyawan. Sekarang, apa yang bisa dilakukan untuk mengoptimalkan pengalaman saat-saat pertama Anda dalam bekerja?

1. Hiduplah di Bawah Standar Ideal Anda

Tahun pertama Anda sebagai orang gajian akan berpengaruh betul pada bagaimana pola pengeluaran Anda. Buatlah keputusan yang sengaja dan sadar untuk bisa miliki pengeluaran yang lebih kecil daripada pemasukan Anda. Kemampuan Anda untuk bisa melakukan ini akan memberikan fleksibilitas dan kuasa untuk mencapai lebih di masa depan nanti. Meskipun Anda bisa membiayai kost seharga satu juta per bulan, tapi cobalah cari yang agak jauh di bawahnya saja (lagipula, jika Anda baru diterima kerja, besar kemungkinan Anda masih bujangan, bukan?). Meskipun untuk perihal yang memang membuat Anda merasa lebih produktif bila didelegasikan (misal menyuci dan menyetrika baju) boleh dan baik saja bila Anda keluarkan uang untuknya.

2. Carilah Kesempatan Belajar di Setiap Pekerjaan dan Tugas-tugas di Dalamnya

Terutama bila Anda memang betul-betul baru mulai bekerja, maka uang biasanya bukanlah jadi yang utama, bukan? Maksud saya, pengalaman pembelajaran harusnya jadi lebih yang terpenting bagi Anda. Dan memang betul, membentuk pengalaman penuh pembelajaran dalam hal pengetahuan, keterampilan dan mentalitas memang jauh lebih berharga untuk kepentingan jangka panjang daripada memperturutkan hasrat untuk mendapatkan sebanyak mungkin uang di awal. Jangan kecil hati manakala Anda bekerja di perusahaan kecil yang struktur dan prosedur kerjanya belum ideal. Malah sebetulnya di sana pembelajaran Anda bisa diikuti dengan sumbangsih nyata kepada perusahaan melalui sumbang gagasan dan turut menjadi agen perubahan.

3. Carilah Setiap Peluang untuk Belajar

Masih terkait dengan yang di atas, sebisa mungkin carilah peluang di mana Anda bisa difasilitasi untuk belajar. Ikutlah beragam program pelatihan yang diadakan oleh perusahaan. Tunjukkan prestasi sedemikian rupa para supervisor bisa melihat potensi Anda, lalu ajukanlah permintaan untuk bisa mengikuti pelatihan di luar perusahaan. Bahkan, Anda juga bisa coba untuk mengajukan program beasiswa untuk pendidikan formal lanjutan. Dan bukan melulu berkisar di pelatihan dan pendidikan formal, Anda juga perlu belajar dari para senior, rekan kerja, dan atasan yang miliki wawasan, keterampilan, dan kebijaksanaan yang lebih dari Anda. Dengan terus memperkaya kesempatan belajar, Anda sesungguhnya sedang memantaskan diri untuk meraih peluang dan tanggung jawab profesional yang lebih besar.

Kiat Sukses untuk Masa-masa Awal Sang Karyawan

4. Bangun Mentalitas Self-Employee dan Entrepreneur

Meskipun posisi Anda adalah sebagai orang yang digaji, namun cobalah untuk memandang diri Anda sebagai self-employee dan entrepreneur yang miliki kesamaan utama dalam hal kemampuannya untuk menggerakkan diri dan mengambil kendali atas masa depan karirnya. Camkan bahwa atasan Anda tidak bisa dipersalahkan atas karir Anda yang buruk. Adalah diri Anda sendiri yang memegang kendali atasnya. Bahkan, sadari juga bahwa meskipun semisal Anda sudah bekerja selama 20 tahunan di suatu perusahaan, masih akan ada kemungkinan diri Anda dipecat dengan hormat karena keputusan-keputusan yang tidak berada di wilayah kuasa Anda. Dengan mengadopsi mentalitas self-employee dan entrepreneur, Anda tidak harus berikrar untuk betul-betul berhenti dari pekerjaan. Apa yang dipentingkan di sini adalah mentalitas kemandirian dalam bergerak, kemampuan untuk memotivasi diri, kemauan untuk menentukan target performa sendiri dan bergerak untuk betul-betul memenuhinya.

5. Bangunlah Jaringan Relasi

Mulai saja dengan yang sederhana: jangan terburu pilih-pilih kenalan, dan ingatlah serta tetaplah jalin hubungan dengan teman-teman di tempat kerja. Cobalah lakukan hal-hal kecil yang meskipun tak bisa rutin dijalankan, yang penting sudah pernah dilakukan: mengirimkan ucapan selamat ulang tahun, ucapan selamat karena anak rekan kerja meraih prestasi tertentu, memberikan kata-kata yg baik di wall facebooknya, apapun itu yang penting bisa membekaskan kebaikan. Targetnya sederhana: Anda harus meninggalkan kesan baik pada siapapun. Dan bicara membangun relasi, pahamilah bahwa ini bukan lantas melulu untuk diri Anda. Apa yang coba dibangun adalah hubungan dua arah yang tidak bertepuk sebelah tangan. Maka coba carilah juag orang-orang yang sekiranya bisa Anda bantu; dan itu merupakan cara yang efektif untuk membangun relasi.

Kiat Sukses untuk Masa-masa Awal Sang Karyawan

6. Bangunlah Kebiasaan Efektif Sejak Dini

Sejak awal Anda memulai karir, belajarlah untuk membangun kebiasaan efektif sejak dini. Bentuknya bisa bermacam-macam: olahraga secara teratur, membaca buku yang berkualitas, beristirahat secara lebih disiplin dalam waktu dan kualitas yang baik, makan asupan yang menyehatkan, dsb. Seluruh pembiasaan yang Anda lakukan sejak awal akan berdampak panjang hingga masa depan karir Anda.

7. Pastikan Anda Betul-betul Menyukai Pekerjaan Anda

Tidak ada pekerjaan yang betul-betul ideal. Untuk pekerjaan yang awalnya Anda begitu idam-idamkan sekalipun, pasti di sana akan ada aspek pekerjaan yang Anda tidak sukai. Maka yang penting di sini adalah belajar untuk menyukai. Mentang-mentang perasaan Anda tak nyaman tidak lantas itu menandakan Anda berada di pekerjaan yang salah, meskipun itu bisa jadi merupakan indikasi. Pahamilah bahwa ketika Anda mengkomitmenkan untuk terus belajar, itu artinya secara konsisten Anda menempatkan diri untuk keluar dari zona nyaman, yang pastinya itu membuat merasa Anda kurang nyaman. Maka belajarlah untuk merasa nyaman dari pengetahuan bahwa Anda senantiasa belajar dan berkembang. Cobalah temukan beberapa aspek dari pekerjaan yang Anda memang betul-betul bisa bagus di sana.