Karena ngobrol tentang diri sendiri memang sama menyenangkannya dengan uang dan makanan, demikian kata hasil studi.

Saat kumpul bersama keluarga, besar kemungkinan Anda akan temukan fenomena ini: masing-masing sibuk berbicara tentang dirinya sendiri. Jangan-jangan Anda sampai bingung mencari waktu untuk bicara tentang diri Anda sendiri :-p

Setiap harinya, 40% dari percakapan terdedikasikan untuk mengatakan kepada orang lain tentang apa-apa yang kita rasa dan pikirkan. Sekarang ini, melalui penginderaan untuk otak dan eksperimen perilaku, neuroscientist dari Harvard University telah menemukan apa alasannya: karena rasanya memang begitu memuaskan, hingga pada tingkatan sel otak dan sinapsisnya, bahwa kita begitu susah menahan diri untuk tidak membagi isi pikiran kita.

Ngobrol tentang diri sendiri—entah melalui obrolan tatap muka atau melalui social media seperti Facebook dan Twitter—memicu sensasi kesenangan di otak sama seperti makanan atau uang. “Orang-orang bahkan bersedia menomorduakan uang asal bisa ngobrol tentang dirinya sendiri,” demikian kata Ms. Diana Tamir, salah satu peneliti.

Maka artinya, dengan mengetahui ini, kita perlu maklum dan sadar diri. Maklum dengan orang-orang yang sibuk bicara tentang dirinya sendiri, dan sadar diri untuk tidak menghabiskan waktu orang lain untuk bicara tentang diri kita sendiri.

Sumber: Science Reveals Why We Brag So Much