Dalam upaya kita untuk meraih karir yang sukses dan kehidupan yang bahagia, akan ada hambatan dan tantangan. Seringkali hambatan dan tantangan itu berasal dari diri kita sendiri, yang justru jauh lebih berat untuk dihadapi dibandingkan dengan hambatan dan tantangan yang berasal dari luar diri kita. Maka, kita harus terlebih dahulu mengatasi hambatan dan tantangan yang eada pada diri kita. Tulisan ini akan membantu Anda untuk mengetahui dan memahami apa saja  hambatan dan tantangan tersebut.

Pertama. Menangisi apapun yang telah terjadi.

Ini merupakan tanda bahwa Anda merasa bersalah. Sebenarnya tidak ada yang keliru dengan perasaan ini, karena merupakan bahwa Anda peka terhadap nilai moralitas pada masyarakat sekitar tempat tinggal Anda. Rasa bersalah merupakan penunjuk bahwa terdapat potensi bahaya jika kita melanggar nilai moralitas. Hanya saja jika Anda merasa bersalah secara berlebihan, itu tandanya ada proses berpikir Anda yang keliru, yang akarnya berasal dari rasa sombong dan gengsi. Atau bisa juga dari perasaan rendah diri. Hal ini dapat merusak ketenangan hidup Anda. Maka, penting untuk selalu menjaga kebersihan jiwa dan pikiran Anda. Pelajari dan terapkan nilai-nilai luhur dari ajaran Agama yang Anda anut.

Kedua, tidak tegas dalam berkata dan bertindak.

Berikut ini adalah akar penyebabnya:

  • Rasa takut berlebihan.

Inilah yang menyebabkan kita takut mengambil resiko sehingga kita tidak memiliki ketegasan.  Semua yang kita lakukan selalu terdapat resiko. Lebih baik gagal saat berusaha melakukan sesuatu, daripada tidak melakukan sesuatu sama sekali. Penyesalan terbesar dan kegagalan yang sebenarnya itu jika kita sama sekali  tidak mengambil resiko atau tidak melakukan apapun.

  • Fokus berlebihan pada resiko yang dihadapi.

Di balik resiko pasti terdapat keuntungan atau manfaat yang menanti. Semakin besar resiko, semakin besar pula keuntungan atau manfaat yang bisa didapat. Jika tidak ingin menghadapi resiko, maka kita tidak akan mendapatkan manfaat apapun.

  • Tidak memiliki tujuan.

Ibaratnya orang berlayar di lautan menuju ke suatu tempat. Namun Anda nekat berlayar tanpa peta. Anda tidak tahu kemana harus menuju. Maka kapal Anda pun diombang-ambing kesana kemari, tak tahu apakah sudah mencapai tujuan atau malah terdampar di suatu tempat yang salah. Maka, dalam ini penting untuk benar-benar mengetahui apa tujuan hidup Anda. Apa yang ingin Anda raih? Bagaimana cara meraihnya? Sumber daya apa yang dibutuhkan untuk meraihnya? Jika Anda bisa menjawab pertanyaan itu, maka hidup Anda akan lebih terarah. Jika Anda mengabaikan pertanyaan itu, hidup Anda akan terombang-ambing tanpa arah. Anda akan mengalami kerugian besar dari sisi waktu, tenaga, dan sumber daya. Anda akan menua dalam kondisi pahit getir.

  • Tidak punya komitmen.

Komitmen itu suatu tekad, keteguhan sikap untuk berusaha mencapai apa yang jadi tujuan kita. Jika tidak punya tujuan, Anda tidak akan punya komitmen.

 

Ketiga, terjebak gengsi.

Perasaan gengsi berpasangan dengan perasaan sombong. Merupakan perasaan ingin unggul atas orang lain dan ingin diakui bahwa dirinya lebih unggul dibanding orang lain. Perasaan ini menunjukkan rasa rendah diri dalam diri kita. Kita merasa PD jika mendapat sanjungan dan pengakuan dari orang lain, dan merasa rendah jika tak mendapatkannya. Seringkali perasaan ini berbentuk keinginan kita untuk menunjukkan tampilan luar diri kita sebagai orang yang unggul dengan misalnya mobil terbaru, gadget terbaru, rumah mewah, dsb. Atau bisa juga kita berbuat baik karena kita ingin diakui sebagai orang yang baik, dermawan, penyayang, dsb. Jika kita tidak mendapat pengakuan dari orang lain bahwa kita adalah orang yang sukses karena punya rumah mewah atau orang yang baik karena sering menyumbang anak yatim, kita menjadi kecewa dan stress. Sadarilah, berbuat baiklah hanya untuk membuat Tuhan senang, BUKAN membuat orang lain senang. Berkarirlah untuk bersyukur atas bakat dan potensi yang dianugerahkan oleh TUHAN pada kita, BUKAN untuk pamer gengsi. Intinya, relakan keinginan kita untuk mendapat pengakuan dan pujian dari orang lain.

Demikian tulisan kali ini. Renungkanlah terlebih dahulu. Pekan depan, kita akan membahas bagian kedua dari apa saja penghambat terbesar yang membuat kita sulit merasakan kebahagian dalam hidup dan sulit meraih kesuksesan.